Toko kelontong eceran biasanya mengambil keuntungan antara 10-30 persen. Sedangkan, toko kelontong grosir mengambil keuntungan lebih kecil, bahkan tidak lebih dari 10 persen. Jenis toko ini memang lebih mengutamakan kuantitas barang yang terjual, sehingga meski keuntungannya kecil, namun bisa tertutupi oleh besarnya perputaran produk yang terjual.
Di karenakan toko kelontong sangat merakyat. Apalagi anda membuka toko kelontong di tempat yang strategis. Coba Gratis Software Toko Kelontong Klik Disini !! Kelebihan Memiliki Toko Kelontong Yaitu : Tidak Mengeluarkan Biaya Kios/Toko. Memudahkan Pemenuhan Kebutuhan Sehari – Hari. Jadi Lebih Memasyarakat.
Berikut ini adalah cara-cara yang bisa anda gunakan untuk menghitung laba toko kelontong anda. 1. Diawali Dengan Menghitung Seluruh Laba. Anda bisa melakukan perhitungan laba dengan periode yang anda inginkan. Bisa per minggu,per bulan atau bahkan pertahun. Total semua laba yang di peroleh toko kelontong anda.
Rumus hang digunakan untuk menghitung keuntungan atau kerugian dalam bentuk rupiah adalah sebagai berikut : =C5-D5. Rumus tersebut akan mengurangi angka harga penjualan dengan harga pokok atau harga beli dari masing - masing barang. Sedangan rumus untuk menghitung keuntungan atau kerugian dalam bentuk persentase adalah sebagai berikut : =E5/D5
Banyak pemilik toko kelontong yang kebingungan dengan arus dana usaha karena tidak memiliki pembukuan toko kelontong itu sendiri. Pembukuan umumnya berisi keterangan tentang jumlah dana yang keluar dan masuk. Dengan data ini, Anda dapat melacak jejak keuangan dengan lebih mudah. Keuntungan dan kerugian pun dapat ditentukan dengan lebih mudah.
Dengan demikian, usaha catering rumahan dengan biaya tetap Rp50.000.000 untuk bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp7.000.000, maka harus menerima dan memproduksi pesanan sebanyak 3.400 unit. Demikian ulasan tentang cara menghitung BEP atau Break Even Point sebagai referensi Anda untuk menghitung keuangan bisnis yang dijalankan.
.
cara menghitung keuntungan toko kelontong